Tinjauan Psikologi Anak Stress Karna Kebanyakan Belajar

Anak stress kebanyakan belajar atau bosan dengan pelajaran ? Atau les atau urusan kursus dan bersekolah kenali ciri ciri dan cara mengatasinya. Anak sangat rentan terhadap tekanan apalagi kita tahu aktifitas yang banyak sekali dilakukan oleh anak ialah belajar dan bersekolah. Lalu bagaimana jika terlalu banyak menghadapi pelajaran baik les kursus maupun disekolah, tentu ini akan membuat mereka akan terganggu psikologinya. Untuk itu simak ulasan lengkapnya.

Pada saat anak bersekolah dan duduk di di bangku SD usia ini merupakan usia yang sangat rentan buat anak terkena stress. Dari Senin hingga Sabtu ia dituntut untuk terus datang ke sekolah belum lagi sepulang sekolah ia harus mengikuti kursus kursus diluar sekolah yang mengharuskan ia untuk terus belajar dan belajar. Lalu bagaimanakah dari segi tinjauan psikologi si anak tersebut maka marilah kita simak bersama sama.

Tinjauan Psikologi Anak Stress Karna Kebanyakan Belajar

Tinjauan psikologi anak stress karena kebanyakan belajar.

Tentu kita prihatin dengan apa yang terjadi pada anak-anak tersebut. Saya yakin kita mempunyai perasaan yang sama dengan ini. Mudah-mudahan apa yang disampaikan kali ini dapat cara mudah dipahami. Bila kita memiliki keponakan anak yang berusia 11 tahun boleh jadi kursus-kursus yang diikuti bisa berdasarkan keinginan orang tua. Adapun bisa juga dengan keinginan si anak itu sendiri.

Pada umumnya setelah masuk SD anak mulai memiliki minat pada bidang tertentu. Misalnya seni musik. Seni lukis. Atau seni tari. Dengan minat yang mulai meluas, si anak bisa juga minta mengikuti les tertentu. Di sisi lain ada banyak kursus yang juga diikuti anak dalam bidang yang dipilihkan orang tuanya. Yang sebetulnya bergantung pada Ambisi orang tua.

Ada juga anak diikutkan suatu kursus lebih karena orang tuanya tidak menguasai bidang tersebut atau orang tua merasa nilai anaknya masih di bawah standar orang tuanya. misalnya matematika bahasa Inggris atau fisika.

Mengikuti perkembangan zaman ada semakin banyak pelajar di SD yang ikut kursus tambahan. Dengan alasan untuk masa depan atau kasih sayang atau menambah kompetensinya. Para orang tua berlomba-lomba mengikutsertakan anaknya dalam berbagai kursus.

Padahal dunia anak tingkat SD adalah dunia bermain. Tekanan-tekanan yang semakin hari akan terasa berat bila tidak ada timbangan dalam kehidupan anak-anak tersebut. Mereka mempunyai jadwal yang padat. Lalu kapan Iya bermain?. Orang tuanya saja setiap hari sabtu masih libur. Apakah anaknya yang masih SD masih harus berkutat dengan kursus dan PR di hari Sabtu.

Kapan iya bisa Intens berinteraksi dengan orangtua dan teman-teman lainnya Apakah hanya di hari Minggu. ? Ajaklah Iya bicara bila anda perhatikan bahwa gairah belajarnya menurun, Iya sulit berkonsentrasi, sering sakit atau membuat buat alasan untuk tidak ke sekolah dan sebagainya. Ada kemungkinan Iya depresi belajar.

Apalagi jika anak anda sering menyebut ingin keluar dari sekolah. Ingin di rumah saja Tidak mau ikut kursus. Anda harus ekstra waspada karena ini merupakan pertanda bahwa anak Anda sudah memerlukan istirahat dari berbagai tuntutan kursusnya. Mendampingi dan menjadi teman curhatnya. Adalah salah satu cara agar ia bisa mengeluarkan unek-uneknya. Bila anak mendapat nilai jelek berilah ia motivasi. Iya masih bisa mencapai nilai yang lebih baik di ujian berikutnya.

Hindari rasa kesal atau marah bila Iya mendapat nilai buruk. Faktor tertekan bisa membuat anak berprestasi buruk. Sebaliknya pujilah anak bila berhasil mencapai prestasi. Anak harus belajar bahwa dirinya memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi tidak mungkin ia bisa pandai di semua pelajaran.

Beritahu anak agar jangan takut berbuat salah karena dengan mengetahui kesalahannya, ia akan bertambah pintar. Beri ia limpahan kasih sayang dalam bentuk fisik dan psikis.mendampingi anak berdiskusi , menjemputnya dan bertukar cerita ketika dalam perjalanan bermain dan piknik bersama kapanpun ada waktu luang. Dan memilihkan kursus yang memang diminatinya bisa dilakukan sebagai bentuk dukungan.


Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Tinjauan Psikologi Anak Stress Karna Kebanyakan Belajar"

Posting Komentar