Cara Agar Terhindar Dari Bully

Tips agar terhindar dari bully. Cara Menghentikan Menghilangkan Mencegah Dan Stop Bullying Di Kantor atau ditempat kita bekerja. mengatasi korban bullying. Beberapa waktu belakangan ini marak terdengar istilah bullying yang sering terjadi pada anak-anak sekolah. Akan tetapi, pada kenyataannya buliying juga bisa terjadi di lingkungan kerja. Apa sih buliying ini dan mengapa harus dihentikan berikut uraiannya.terkadang bekerja pada sebuah lembaga yang memang didominasi oleh pegawai pria tanpa disadari kita sering menerima perlakuan yang sangat menekan perasaan dan harga dirinya seperti tidak diacuhkan dalam rapat sehingga pendapat kita tidak pernah didengarkan. Bahkan sering menerima kata-kata cemooh dari sesama rekan yang dari segi pendidikan dan jabatan berada di bawah. 

Ketika tidak kuat lagi menerima perlakuan tersebut akhirnya kita pun mengundurkan diri. Contoh kejadian di atas sudah merupakan suatu perbuatan buliying. Secara umum buliying dapat diartikan sebagai sebuah perbuatan atau perilaku yang melanggar martabat, harga diri kehormatan atau lingkup pribadi orang lain. bullying yang terjadi di tempat kerja biasanya terjadi secara berulang dan ditujukan pada seseorang atau beberapa orang pegawai. Otomatis lama-kelamaan perlakuan ini akan mempengaruhi kejiwaan dan kinerja kita juga.


Waspada

Terdapat dua cara dalam bullying verbal dan nonverbal. Bullying secara verbal contohnya mencemooh menghina mengejek atau bahkan mengata-ngatai  dengan bahasa yang tidak layak. Untuk nonverbal penekanannya lebih ke yang sifatnya fisik misalnya memandang dengan tajam, melakukan sentuhan fisik seperti merangkul dan sebagainya atau memarahi dengan menunjuk-nunjuk. Jika dialami secara rutin perilaku-perilaku seperti contoh diatas akan membuat korban mengalami gangguan baik fisik maupun psikis.

Contohnya:
  • Tidak berani mengemukakan pendapat atau inspirasi.
  • Selalu mengeluarkan pernyataan yang mengarah kepada penolakan.
  • Selalu mengeluh dalam bekerja.
  • Mencari pelampiasan. Bisa di luar kantor atau pelampiasan pada keluarga seperti jadi sering memarahi anak.
  • Badan menjadi kurang fit dan sering terserang sakit.
  • Selalu menunjukkan wajah yang kurang bahagia.
  • Menjadi pribadi yang tertutup dan lebih suka menyendiri.
  • Sering melamun.
Bullying ini bisa dilakukan oleh siapapun kepada siapapun. Misalnya atasan kepada bawahannya, bawahan terhadap atasan nya, sesama rekan kerja atau bahkan dari pihak klien. Para pelaku bullying biasanya mempunyai kepuasan tersendiri jika sudah bisa menekan orang lain. Oleh karena itu hendaknya seseorang bisa mempunyai sikap yang tegar dan jangan mau kalah jika menjadi korban bullying.

Sikap profesional

Barangkali tanpa pernah disadari Kita pernah menemukan bahwa mungkin mengalami bullying. Bullying tidak perlu dihadapi dengan perasaan takut atau was-was selama kita yakin sudah bersikap profesional di tempat kerja.

Profesionalisme yang dimaksud antara lain:

  • Dapat menyelesaikan tugas sesuai dengan deadline.
  • Tidak pernah terlihat dalam pembicaraan pribadi, apalagi yang menyangkut keluarga.
  • Tidak terlibat dengan pembicaraan yang berkaitan dengan fisik seseorang. Ini salah satu pemicu terjadinya bullying.
  • Dapat tampil sesuai waktu dan tempat. Hal ini penekanannya lebih kepada cara berbusana dan bersikap untuk pegawai wanita. Berbusana dan bersikaplah sesuai dengan norma yang berlaku.
  • Bagi yang menjabat sebagai pimpinan, nggak nya dapat memainkan peran sebagai motivator, pengarah dan pengawas atau controller. 

Bahwa memang budaya kantor di Indonesia belum bisa terlalu membedakan mana yang layak menjadi bahan pembicaraan di dalam kantor, mana yang tidak. Sebenarnya sekedar menanyakan Suami kerja dimana atau menanyakan Kenapa harus mondar-mandir ke kamar mandi itu sudah memasuki ranah pribadi seseorang. Jika yang bersangkutan tidak berkenan itu sudah termasuk perilaku bullying. Perilaku bullying di tempat kerja itu sendiri sebetulnya hampir tidak terlihat. Terkadang si korban justru tidak menyadari bahwa dirinya telah dijadikan objek suatu tekanan atau bahkan intimidasi. 

Di sinilah pentingnya ada pihak yang berperan untuk mengawasi dan menjadi penengah, karena kecenderungannya pihak yang terkena bullying tidak berani untuk mengutarakan apa yang telah dialami. Apalagi biasanya pihak yang paling berkompeten dalam menangani masalah seperti ini biasanya ada di bagian HRD (Human Resource departemen). Perlu disadari ada kecenderungan pihak-pihak yang sering melakukan bullying adalah mereka yang merasa mendapat dukungan dari level eksekutif. Oleh sebab itulah bagian HDR berperan untuk menetapkan suatu aturan dalam hal pelanggaran pelecehan dan bullying.

Lawanlah

Bullying bisa dialami oleh siapa saja, termasuk kita. Jika benar-benar terjadi jangan pernah menyerah atau menerima perlakuan yang tidak layak tersebut. Lawanlah! Maksudnya bukan melawan dengan frontal tapi lawanlah dengan sikap yang bijaksana. Misalnya dengan berani mengutarakan permasalahan yang sedang terjadi di hadapan pihak yang berkompeten. Tunjukkanlah kepada pelaku bullying bahwa kita selama ini selalu bersikap benar dan dialah yang salah. Jelaskan hal ini pada atasan tanpa merasa malu dan terbawa emosi. Buktikan kalau kita punya jiwa yang kuat. Ingat kita mempunyai hak mutlak untuk melindungi diri sendiri. Jika dirasakan kondisi kantor sudah tidak menyenangkan dan tidak bisa menciptakan ketenangan bekerja ada baiknya kita mulai berpikir untuk mengundurkan diri. Yakinlah bahwa masih banyak tempat lain yang membutuhkan keahlian kita.

Tips agar terhindar dari bully.


Berikut beberapa tips yang dapat dijadikan pedoman agar kita tidak mengalami dan terhindar dari perilaku. Berikut beberapa tips yang dapat dijadikan pedoman agar kita tidak mengalami dan terhindar dari perilaku bullying


  • Bersikap asertif: yaitu berbicara baik-baik atau mengutarakan pendapat dan keberatan tanpa harus menyakiti perasaan orang yang bersangkutan.
  • Paham akan hak dan kewajiban: sebagai pegawai hendaknya kita paham akan hak dan kewajiban. Sebagai pegawai hendaknya kita paham akan hak dan kewajiban pemahaman ini dapat dijadikan sebagai pedoman jika suatu saat kita menerima menyenangkan dari siapapun di tempat kerja.
  • Peduli terhadap sekitar: peduli di sini bukan berarti harus mencampuri urusan pribadi rekan kerja. Dalam lingkungan kerja kita pasti tidak sendiri dan akan selalu berinteraksi dengan yang lain. Jika terlihat ada sesuatu kejanggalan terhadap sesama rekan ada baiknya berikan masukan yang positif.
  • Ciptakan suasana kerja yang nyaman: suasana kerja yang kondusif otomatis akan mengarah pada kesehatan mental dan hasil kerja yang maksimal.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Cara Agar Terhindar Dari Bully"

Posting Komentar