Cara Membuka Kursus Bisnis Untuk Anak

Cara membuka peluang bisnis les kursus atau kewirausahaan  untuk anak anak Cara memilih kursus yang bagus dan baik untuk anak .Apalagi di zaman seperti sekarang ini ketika sangat sulit mencari pekerjaan kemampuan berpikir akan sangat membantu mereka. Ada banyak sekali orang yang bergelar sarjana tapi tetap menjadi pengangguran. Dengan bekal ilmu ekonomi dan bisnis yang dipelajarinya di kampus serta kecintaan kepada anak-anak yang merasa yakin bisa mengajarkan anak-anak mengerti cara mengelola uang sedini mungkin. Mulailah Ia membuat konsepnya.

Banyak sekali para pakar yang terjun langsungM Menyambangi banyak sekolah
Sebagai langkah awal pada 2007 ia mencari tahu sebanyak-banyaknya mengenai pendidikan bisnis pada anak di Indonesia. Dari informasi yang dikumpulkan nya yang mengetahui bahwa belum ada lembaga yang mengelola pendidikan berbisnis bagi anak-anak. Dari sini tampak bahwa peluang pun jadi semakin tinggi untuk mulai membuat pelatihan bisnis bagi anak.


Dengan mengumpulkan teman-teman yang sama-sama memiliki latar belakang pendidikan ekonomi dan tentunya yang sabar dan menyukai anak kecil. Dengan berbagai fakta serta informasi mengenai pentingnya anak diajarkan berbisnis silahkan menyambangi sekolah-sekolah untuk memperkenalkan metode. Salah satu penjelasan yang dipaparkan alasan mengapa seorang anak tidak berminat meneruskan bisnis keluarga. 

Sebelumnya ada banyak orang tua yang menginginkan anaknya meneruskan bisnis keluarga namun si anak tidak punya pemahaman tentang usaha yang dijalankan orang tuanya. Ini lantas menjadi sebuah kendala. Selain itu di Indonesia perbandingan pencari kerja dan lapangan kerja yang tersedia adalah 1000 banding 1 berarti sulit sekali mencari kerja kan? Jadi lebih baik jika kita lah yang menciptakan lapangan kerja. 

Dalam sebuah pandangan ada baiknya sedari kecil pemikiran anak-anak sudah diarahkan untuk bisa mewujudkan lapangan kerja kelak. Bisa mewujudkan lapangan kerja kelak. Mungkin ini terdengar serius atau berat bagi anak-anak ya. Namun dengan pendekatan khusus yang diterapkan pengajaran soal bisnis bagi anak-anak bisa dibuat mengasyikkan. Semuanya dibuat sesuai kemampuan minat dan tentunya usia. 

Jangan lupa untukm menjelajahdan mengajukan proposal ke berbagai sekolah di daerah anda jika anda menemukan sebuah sekolah yang tertarik dengan visi dan misi yang diusung. Segeralah untuk menyisipkan waktu anda pada Sekolah tersebut. Walaupun hanya bisa menyisipkan waktu Sebentar di kelas tersebut Ini merupakan kesempatan besar untuk bisa memperkenalkan ilmu berbisnis pada anak. 

Menurut penuturan mereka yang telah membuka bisnis ini memasuki setiap kelas di berbagai tingkatan hanya ada sedikit sekali murid yang tertarik menjadi pengusaha. Jika ia bertanya apa cita-cita siswa-siswi tersebut banyak diantara mereka yang menjawab ingin menjadi dokter pilot atau guru. Bahkan ada yang sama sekali tidak tahu profesi pengusaha. 

Dari jawaban para murid tersebut silahkan berusaha mengembangkan pemikiran mereka. semua cita-cita tersebut bisa menjadi ladang usaha. Misalnya jika ingin menjadi dokter suatu saat anak tidak hanya bekerja di rumah sakit. Ia dapat menjadi seorang dokter yang punya rumah sakit dan mempekerjakan banyak dokter lain. Begitulah kira-kira secara sederhana menjelaskan soal profesi pengusaha kepada para murid. 

Berdasarkan hasil uji coba selama 6 bulan akhirnya pihak sekolah sepakat menjadikan program bisnis untuk anak sebagai pelajaran di luar jam sekolah, atau kelas extracurricular. Program ini diberi nama bussines on kidd.(anak-anak red) yang dibimbing bukan hanya anak-anak melainkan suka orang tua. 

Alasannya menambahkan adalah karena ada banyak orang tua yang menanamkan pemikiran pada anak-anaknya agar kelak menjadi karyawan saja bukan menjadi seorang wiraswasta. Dengan kata lain stigma di masyarakat tentang keunggulan jadi karyawan jauh lebih menancap dibandingkan menjadi pencipta lapangan kerja.

Selalu memperbarui ilmu bisnis
Thailand itu tangannya menanamkan pemikiran wiraswasta pada anak-anak tidak sama dengan mengajar bisnis pada orang dewasa. Pendekatannya harus memanfaatkan cara pandang anak-anak. Sebagai contoh ada seorang anak yang mengatakan bahwa orang tuanya bekerja dibidang saham tetapi ia tidak mengerti apa yang dilakukan orang tuanya tersebut.

Selalu memperbarui ilmu bisnis
Menanamkan pemikiran wirausaha pada anak-anak tidak sama dengan mengajar bisnis pada orang dewasa. Pendekatannya harus memanfaatkan cara pandang anak-anak. Sebagai contoh ada seorang anak yang mengatakan bahwa orang tuanya bekerja dibidang saham tetapi ia tidak mengerti apa yang dilakukan orang tuanya tersebut. Melalui cerita sederhana memberitahu pekerjaan apa yang digeluti orang tua sang anak. 

Yang terpenting dalam cerita yang diberikan tetap ada penekanan pada aspek wirausaha profesi tersebut. Orang yang ingin sukses harus memiliki karakter wiraswasta. Sesudahnya si orang tua jadi takjub karena anaknya mengerti soal saham. Uang anak bahkan jadi sering ngobrol soal saham dengan orang tuanya di rumah. 

Untuk mengajarkan ilmu kewirausahaan ada 4 metode yang digunakan: yakni 

  • bahasa Inggris dalam bisnis (bussiness English) 
  • komunikasi bisnis (business communication) 
  • etika bisnis (bussines ethics) 
  • dan manajemen bisnis (bussines manajemen). 

Selain menyesuaikan ilmunya dengan lingkungan anak-anak, juga selalu memperbarui metode-metode bisnis yang didapatnya. 

Caranya adalah dengan mengikuti seminar membaca buku sampai berdiskusi khusus dengan konsultasi bisnis semua informasi itu kembali agar dapat dimengerti anak-anak. belajar berbisnis bukan berarti anak wajib menjadi seorang pengusaha. Yang penting ia diajarkan menghargai uang sejak kecil. Anak jadi mengerti bahwa tidak mudah menghasilkan uang dan bagaimana cara menggunakannya dengan bijak. 

Selain itu anda harus juga meluncurkan konsep kursus privat di rumah. Tujuannya supaya anak-anak belajar dengan waktu yang lebih fleksibel. saat ini jam pelajaran di sekolah lumayan panjang sehingga anak-anak seringkali tidak punya waktu untuk ikut kursus. Keuntungan lainnya adalah setiap perkembangan anak bisa dipantau orang tua. Anak juga diajarkan cara mencari uang dengan berjualan. Kegiatan inilah yang dapat menyadarkan anak betapa berharganya nilai uang receh sekalipun.

Dari berbagai kegiatan business on Kids ada banyak anak yang akhirnya belajar menghemat uang. Orang tua orang tua yang tadinya menganggap pelajaran itu menakutkan justru sekarang malah senang akibat perubahan perilaku anaknya. Dengan kata lain pelajaran ini mengubah perilaku dan karakter anak. Pemikiran anak jadi lebih positif dan objektif.

Dilirik perusahaan

Saat ini program bussines on Kids dijalankan di sekolah dan secara privat. Bentuk kerucut privat Setiap anak dari sekolah manapun bisa mendaftar. Kursus privat berlangsung selama 1 tahun masa belajar dengan biaya 12 juta rupiah per tahun. Pertemuan dilakukan dua kali dalam seminggu dengan durasi 1,5 jam untuk setiap pertemuan. Anak bebas memilih waktu kursus yang diinginkannya.

Selain itu jadikan ajang pembagian raport di sekolah sebagai sarana memperkenalkan business on Kids.   cara ini menurutnya lebih efektif ketimbang beriklan atau membuat poster dan brosur. Kepada orang tua yang berkumpul kita menjelaskan inti bussines on Kids dan kelebihan kelebihannya. Selanjutnya kita harus aktif mengikuti berbagai ajang pameran pendidikan dengan membuka stand. Ini membuka peluang untuk dilirik perusahaan perusahaan. Mereka biasanua menjadikan businessman tips sebagai bagian program corporate sosial respon sibility(CSR). Lewat program CSR  tersebut anak-anak dari keluarga kurang mampu agar bisa mendapatkan pelajaran usaha sejak kecil. Beberapa perusahaan yang sudah bermitra dan menjalin kerjasama dengan para pengusaha kursus anak adalah Bank Mandiri serta Astra International. 

Untuk semakin memajukan program saat kembangkan juga konsep waralaba dan kemitraan. Tujuannya supaya bussines on kids  dapat menjangkau anak-anak di berbagai daerah. 


Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Cara Membuka Kursus Bisnis Untuk Anak"

Posting Komentar