Meninjau Sisi Baik Dan Buruk Jejaring Sosial

Meninjau Sisi Baik Dan Buruk Jejaring Sosial . Dua sisi pedang jejaring sosial pilih yang mana?Sarana atau hal hal apapun didunia ini agaknya bisa kita Jelaskan sebagai mata pedang yang memiliki dua sisi. Satu sisi mengarah pada kebaikan sedangkan sisi yang lain mengarah pada kebalikannya keburukan. Siapa yang menentukan akan mengayun ke Sisi yang mana si pedang ini?
Demam Facebook Tengah melanda kita. Anak-anak orang tua pedagang wartawan aktivis dakwah saling mengupload status dan mencolek satu sama lain. Bukan hal aneh bila melihat sekelompok orang di Satu meja restoran atau bahkan suami istri di satu Sofa tidak saling bicara meski tak sedang bertengkar. Iya mereka Tengah asyik masuk Facebook. Berjejaring sosial. Istilah jejaring sosial mulai akrab kita dengar belakangan ini seiring dengan semakin pesatnya penggunaan situs-situs jaring sosial di internet.

Berbagai situs jaringan sosial atau pertemanan peraturan di dunia maya sebut saja Facebook Twitter multiple,Friendster,Myspace dan sebagainya. Menyebar bagaikan virus jaring-jaring sosial ini sudah membius jutaan bahkan ratusan juta orang judulnya untuk bergabung di dalamnya. Jejaring sosial dunia maya itu pun menjadi bagian dari gaya hidup masa kini. Facebook misalnya situs pertemanan yang diluncurkan tahun 2004 dan mulai dibuka untuk umum tahun 2006 semakin menyedot perhatian orang banyak tak terkecuali di Indonesia. Ini menurut data dari checkfacebook.com, jumlah pengguna Facebook di seluruh dunia dunia menembus angka lebih dari 288 juta orang. Posisi pertama terbesar diraih Amerika Serikat dan Indonesia menempati posisi ke-7 dengan pengguna sekitar 9,8 juta. Sebelum Facebook booming di negeri ini salah satu situs jaringan sosial lain, Friendster pada tahun lalu mencatat jumlah penggunanya di Indonesia sebanyak 8 juta.

Meninjau Sisi Baik Dan Buruk Jejaring Sosial


Ayunkan pedang ke sisi kebaikan

Mereka yang tergabung mempunyai akun pada salah satu atau bahkan seluruh situs pertemanan tersebut seolah-olah memiliki dunia ke-2 setelah dunia nyatanya. Dan dunia kedua ini tampaknya sangat mempesona karena menawarkan begitu banyak fasilitas kemudahan dan kepuasan bagi para penggunanya. Sekali sign up (daftar) tanpa dipungut bayaran pada situs pertemanan seseorang sudah menggumumkan pada dunia akan keberadaan dirinya. Dilanjutkan dengan memposting (memasukkan) data diri tulisan atau sekedar unek-unek juga foto atau apa saja semakin terbukalah Siapa sih yang punya akun tersebut.

Lalu dengan fasilitas and Friend seseorang bisa menambah teman sehingga mereka dapat terhubung satu sama lain dan kemudian membentuk jejaring sosial, sebuah komunitas. Sebuah komunitas inilah fungsi utama dari situs pertemanan menghubungkan satu orang dengan banyak orang lainnya. Lewat situs pertemanan ini para pengguna mengaku bisa menjalin silaturahmi dengan siapa saja dan dari mana saja. Entah itu dengan teman-teman satu almamater rekan kerja saudara sampai orang yang tidak dikenal sekalipun. Bahkan kawan-kawan lama yang sudah sekian tahun tak terdeteksi juga bisa ditemukan. Serukan? Kebanyakan orang memang menilai hal itu menjalin silaturahmi adalah salah satu manfaat yang mereka peroleh dari situs pertemanan yang mereka ikuti.

Saya sering mencari teman teman lama saya yang pernah sama-sama belajar di Jerman dan di beberapa tempat lain. Walau tidak semua tapi masih ada yang bisa kontak saya kira situs pertemanan cukup membantu dalam hal silaturahmi. Berbagai situs pertemanan ini pun bisa juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk menebar kebaikan. Nah untuk bisa bermanfaat bagi orang lain menebarkan kebaikan ada banyak sarana yang bisa ditempuh tak terkecuali lewat situs pertemanan ini. Justru Inilah yang harus dilakukan dalam memanfaatkan situs-situs pertemanan yang mereka ikuti. Sementara jejaring sosial kini telah membudaya di kehidupan masyarakat khususnya remaja jadi memanfaatkan jejaring sosial sebagai sarana sebuah strategi.

Misalnya saja dengan memposting tulisan berisi atau sekedar mengupdate status dan mengomentari nya dengan kalimat-kalimat yang bermutu dan bermakna tidak mengarah kepada terbukanya peluang ke arah yang tidak baik.

Dari situ pula seseorang bisa menambah wawasan dan ilmiah seperti secara tidak langsung sering menjadikan teman-teman dalam daftar teman di situs pertemanannya sebagai sumber referensi. Ide yang saya sodorkan direspon bermacam-macam itu memperluas perspektif saya dalam memandang masalah. Ternyata kalau kita pergunakan dengan benar jaringan sosial bisa memberikan begitu banyak ilmu dan inspirasi. Ternyata kalau kita pergunakan dengan benar jaringan sosial bisa memberikan begitu banyak ilmu dan inspirasi itu kalau kita bicara manfaat dari situs pertemanan Bagaimana dengan mudharatnya pastilah ada.

Saking terbiasnya kita untuk terus Bahkan tak henti-hentinya di sepanjang hari update status mengomentari pesan teman teman chating alias ngobrol online. Selain itu upaya pengungkapan diri lewat situs pertemanan ini bisa juga menimbulkan narsisisme. Kecenderungan suka mempertunjukkan diri sendiri. Tapi narsisisme yang kerap diartikan dengan Ucup atau sombong batasannya dan tidaknya sangat tipis.

Masalahnya seringkali terkait pada persepsi. Tapi laki-laki terpulang pada niatnya apakah untuk pamer atau sekedar memberitahukan. Lho kok mau Facebookan Twitteran multiple saja Mesti pakai niat khusus. Sebab kalau kita mau menjadikan situs pertemanan sebagai ajang atau sarana kebaikan maka memulainya pun disertai dengan niat untuk menebar kebaikan. Namun di luar itu tak sedikit yang menggunakan situs pertemanan sebagai alat untuk kejahatan. Tetapi tentu saja aneka situs pertemanan ini pada dasarnya hanyalah sebagai wasilah sarana Alat media yang memiliki karakter Netral sangat bebas. Andalah sang pengguna yang memberi makna padanya. Apakah dimaknai sebagai sarana menebar manfaat dan kebaikan atau anda gunakan untuk hal sebaliknya.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Meninjau Sisi Baik Dan Buruk Jejaring Sosial "

Posting Komentar